151-foto pawon1 copy lagi
INFO KESEHATAN PAWON BU RETNO
INFO KESEHATAN PAWON BU RETNO

Obesitas Pada Tubuh

Mengapa terjadi Obesitas? Apakah sebenarnya Obesitas itu? Perlu kita tahu bahwa Obesitas adalah suatu kelainan yang sangat kompleks dalam hal pola nafsu makan serta metabolisme energi yang dikendalikan oleh faktor biologi spesifik.

Pada akhir-akhir ini Obesitas telah menjadi sebuah epidemi di beberapa negara maju maupun negara berkembang dan juga penyebab utama timbulnya beberapa penyakit yang bersifat metabolik.

Obesitas sendiri ditandai dengan adanya penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Salah satu Faktor terjadinya Obesitas adalah karena faktor genetik juga sangat berpengaruh besar dalam perkembangan penyakit ini. Secara fisiologis, obesitas juga didefinisikan sebagai suatu keadaan dengan akumulasi lemak yang sangat tinggi tidak sesuai dengan kadar aturan pada tubuh itu sendiri yang berlabuh pada di jaringan adiposa sehingga sangat memungkinkan dapat mengganggu kesehatan.

Definisi sederhana Obesitas dapat disebut dengan overweight keadaan lemak yang berlebih pada tubuh, atau juga bisa disebut sebagai Adipositas ( ilmu kedokteran). Adipositas adalah jumlah lemak tubuh yang diekspresikan sebagai massa lemak atau kadar lemak yang meghasilan massa tubuh total. Obesitas disebabkan oleh pemasukan jumlah makanan yang lebih besar daripada yang dapat dipakai oleh tubuh akan menghasilkan energi yang pastinya berlebih.

Karena selama kondisi Kalori yang berlebihan namun penggunaan energi sangat kurang, maka akan terjadi ketidakseimbangan energi tersebut dengan jumlah Kalori dalam tubuh, sehingga menyebabkan ukuran jaringan adiposit menjadi membesar atau hipertrofi dan jika hal ini berlangsung sangat lama maka akan terjadi penambahan jumlah adiposit ( sel-sel yang bertanggung jawab untuk menyimpan energi dalam bentuk lemak) atau hiperplasia ( meningkatnya jumlah sel yang terjadi pada organ tertentu akibat peningkatan proses mitosis)

Maka jika terus-menerus akan mengakibatkan Jaringan adiposa menjadi ‘radang’ dan terdapat infiltrasi makrofag yang kemudian meningkatkan kondisi proinflamasi sehingga diferensiasi preadiposit gagal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *